
Bagaimanapun juga, pemikiran akan selalu ada dan terus ada selama seseorang masih waras dan sehat, bahkan orang yang tidak waras pun juga bisa demikian. entah bagaimana mulanya hingga pemikiran dari seseorang menempati posisi yang penting, setidaknya menurut saya. pasti terdapat berbagai macam penjelasan dari banyak teori yang manjelaskan asal mula adanya pemikiran, bahkan asal mula kehidupan ini. tetapi tetap saja, dari penjelasan dari masing-masing akan terus mempunyai tendensi untuk saling membenarkan 'pendapat' yang mereka anut. pendapat yang salah mungkin akan dengan mudah dapat diterima, juga sebaliknya pendapat yang pada hakikatnya salah bisa saja diterima dengan mudahnya. hal ini terkait dengan fitrah manusia yang cenderung untuk menerima sesuatu yang bisa memberikan keyakinan lebih pada mereka. jadi walaupun pendapat yang disampaikan oleh seseorang tentang awalmula kehidupan ini ,semisal, adalah salah, tetapi bisa 'terlihat benar' tergatung dari kapabilitas dan kecerdikan dari orang yang menyampaikan. dengan demikian kita memang perlu untuk menjadi sedikit cerdas untuk bisa mengerti mana kebenaran dan mana yang salah betul, jangan sampai menjadikan sesuatu yang salah menjadi keyakinan kita akan kebenaran.
artikel ini tidak akan membicarakan masalah teori-teori tentang kebenaran, tetapi masalah pemikiran masing-masing orang yang unik. disadari atau tidak, pemikiranlah yang menjadi titik tolak semua orang dalam semua kegiatannya. semuanya diawalai dari pemikiran yang kemudian mewujudkan pemahaman dan akhirnya akan menimbulkan persepsi tentang realita yang ada yang menjadi landasan berfikir. tindakan semua orang selalu mengikuti pola ini, dari pemikiran kemudian pemahaman, yang akhirnya memunculkan persepsi tentang sesuatu yang akan mempengaruhi kualitas aktivitas dan perilaku dari masing-masing orang. tahapan berfikir sendiri mempunyai beberapa syarat agar bisa berfikir cemerlang. ada empat syarat, yaitu adanya fakta atau realitas, adanya panca indra yang akan menjadi alat pencerap realitas tadi, adanya akal dan adanya informasi sebelumnya. empat hal tadi itulah yang akan menajadi prasyarat berpikir secara cemerlang. tidak adanya salah satu unsur tadi tentu akan mempengaruhi kualitas berfikir yang dilakukan. dengan demikian setiap orang mempunyai potensi untuk bisa berfikir secara cemerlang, kecuali beberapa orang tertentu yang tidak bisa memperoleh semua elemen tadi.
artikel ini tidak akan membicarakan masalah teori-teori tentang kebenaran, tetapi masalah pemikiran masing-masing orang yang unik. disadari atau tidak, pemikiranlah yang menjadi titik tolak semua orang dalam semua kegiatannya. semuanya diawalai dari pemikiran yang kemudian mewujudkan pemahaman dan akhirnya akan menimbulkan persepsi tentang realita yang ada yang menjadi landasan berfikir. tindakan semua orang selalu mengikuti pola ini, dari pemikiran kemudian pemahaman, yang akhirnya memunculkan persepsi tentang sesuatu yang akan mempengaruhi kualitas aktivitas dan perilaku dari masing-masing orang. tahapan berfikir sendiri mempunyai beberapa syarat agar bisa berfikir cemerlang. ada empat syarat, yaitu adanya fakta atau realitas, adanya panca indra yang akan menjadi alat pencerap realitas tadi, adanya akal dan adanya informasi sebelumnya. empat hal tadi itulah yang akan menajadi prasyarat berpikir secara cemerlang. tidak adanya salah satu unsur tadi tentu akan mempengaruhi kualitas berfikir yang dilakukan. dengan demikian setiap orang mempunyai potensi untuk bisa berfikir secara cemerlang, kecuali beberapa orang tertentu yang tidak bisa memperoleh semua elemen tadi.
adanya pemenuhan tahapan pemikiran tadi bisa menjadi pengantar bagi setiap orang untuk berfikir dengan benar dan untuk memperoleh kebenaran yang sebenarnya. oleh karenannya ketika pemikiran seseorang salah, maka dalam tahapan pemahaman dan pemunculan persepsi juga akan salah yang kemudian pada tahap aktifitasnyapun akan demikian juga. sebagi contoh, misal ada seorang pemuda yang mencintai seorang gadis yang sesuai dengan kualifikasinya. dari adanya realitas berupa gadis yang berparas cantik yang mampu untuk diindra pemuda tadi yang pada akhirnya dicerap oleh akal kemudian menjadi landasan berpikir bagi pemuda tadi, maka tahapan pemikiran pun terjadi. untuk kemudian, pemahaman dan persepsi yang mungkin akan muncul akan tergantung pada pemikiran ini. dengan adanya pemikiran bahwa gadis tadi cantik, tentu akan menimbulkan persepsi tertentu yang khas, yang kemudian akan berimplikasi pada tindakan, tingkah laku dan perbuatan dari pemuda tadi. kemungkinan besar pemuda tadi akan bertindak lemah lembut, penuh kasing sayang dan memberikan perhatian lebih kepada si gadis cantik. berbeda halnya ketika pemuda tadi membenci seorang gadis yang tidak disukainya, mungkin tindakan yang akan muncul akan berkebalikan dengan kondisi yang sebaliknya. mengabaikanya, meninggalkanya dan bahkan mencemoohnya adalah kemungkinan tindakan yang akan muncul.
jalaslah tadi betapa pemikiran menduduki posisi yang penting yang menjadikanya sebagai titik tolak dari setiap tindakan yang kita lakukan. oleh karenanya, akan menjadi keharusan bagi kita untuk bisa berpikir secara cemerlang dalam upaya untuk mencapai kebenaran yang sebenarnya. selamat berfikir......
jalaslah tadi betapa pemikiran menduduki posisi yang penting yang menjadikanya sebagai titik tolak dari setiap tindakan yang kita lakukan. oleh karenanya, akan menjadi keharusan bagi kita untuk bisa berpikir secara cemerlang dalam upaya untuk mencapai kebenaran yang sebenarnya. selamat berfikir......
what's wrong with the present civilization? I think everything is good, I feel comfort and happy in passing my life. why does it need to be changed? is it proper question for today condition? I don't think so..... just open your eyes for a few moments, and see what happen surround you, then conclude what this life seems like.... so many think which need to be changed if we wanna the better condition. We need more than just a change, I mean a Revolution!!
Rabu, 23 Januari 2008
Berpikir Cemerlang
Bagaimanapun juga, pemikiran akan selalu ada dan terus ada selama seseorang masih waras dan sehat, bahkan orang yang tidak waras pun juga bisa demikian. entah bagaimana mulanya hingga pemikiran dari seseorang menempati posisi yang penting, setidaknya menurut saya. pasti terdapat berbagai macam penjelasan dari banyak teori yang manjelaskan asal mula adanya pemikiran, bahkan asal mula kehidupan ini. tetapi tetap saja, dari penjelasan dari masing-masing akan terus mempunyai tendensi untuk saling membenarkan 'pendapat' yang mereka anut. pendapat yang salah mungkin akan dengan mudah dapat diterima, juga sebaliknya pendapat yang pada hakikatnya salah bisa saja diterima dengan mudahnya. hal ini terkait dengan fitrah manusia yang cenderung untuk menerima sesuatu yang bisa memberikan keyakinan lebih pada mereka. jadi walaupun pendapat yang disampaikan oleh seseorang tentang awalmula kehidupan ini ,semisal, adalah salah, tetapi bisa 'terlihat benar' tergatung dari kapabilitas dan kecerdikan dari orang yang menyampaikan. dengan demikian kita memang perlu untuk menjadi sedikit cerdas untuk bisa mengerti mana kebenaran dan mana yang salah betul, jangan sampai menjadikan sesuatu yang salah menjadi keyakinan kita akan kebenaran.
adanya pemenuhan tahapan pemikiran tadi bisa menjadi pengantar bagi setiap orang untuk berfikir dengan benar dan untuk memperoleh kebenaran yang sebenarnya. oleh karenannya ketika pemikiran seseorang salah, maka dalam tahapan pemahaman dan pemunculan persepsi juga akan salah yang kemudian pada tahap aktifitasnyapun akan demikian juga. sebagi contoh, misal ada seorang pemuda yang mencintai seorang gadis yang sesuai dengan kualifikasinya. dari adanya realitas berupa gadis yang berparas cantik yang mampu untuk diindra pemuda tadi yang pada akhirnya dicerap oleh akal kemudian menjadi landasan berpikir bagi pemuda tadi, maka tahapan pemikiran pun terjadi. untuk kemudian, pemahaman dan persepsi yang mungkin akan muncul akan tergantung pada pemikiran ini. dengan adanya pemikiran bahwa gadis tadi cantik, tentu akan menimbulkan persepsi tertentu yang khas, yang kemudian akan berimplikasi pada tindakan, tingkah laku dan perbuatan dari pemuda tadi. kemungkinan besar pemuda tadi akan bertindak lemah lembut, penuh kasing sayang dan memberikan perhatian lebih kepada si gadis cantik. berbeda halnya ketika pemuda tadi membenci seorang gadis yang tidak disukainya, mungkin tindakan yang akan muncul akan berkebalikan dengan kondisi yang sebaliknya. mengabaikanya, meninggalkanya dan bahkan mencemoohnya adalah kemungkinan tindakan yang akan muncul.
Diposting oleh
'revolution', just the matter of time!
di
Rabu, Januari 23, 2008
Label: Pemikiran
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar